Rabu, 20 November 2013

Industri Penyamakan Kulit Kekurangan Bahan Baku

Menurut Artikel yang dimuat di Website resmi Kemeterian PPerindustrian RI Industri Penyamakan Kulit di Indonesia kekurangan bahan baku kulit mentah. "

Industri Penyamakan Kulit Kekurangan Bahan Baku


Sumber : Investor Daily
JAKARTA - Industri penyamakan kulit Tanah Air harus menghadapi kendala minimnya bahan baku. Dari kebutuhan sekitar lima juta lembar kulit per tahun, produsen kulit dalam negeri hanya bisa memasok dua juta lembar.
"Bahan baku industri ini masih banyak impor," kata Direktur Industri Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Ramon Bangun di Jakarta, Selasa (22/10).
Ramon mengakui, dengan tingginya kebutuhan bahan baku kulit di dalam negeri, impor harus dilakukan agar industri kulit bisa terus mengembangkan usahanya. "Pasokan kita masih kurang untuk semua jenis kulit. Bahan baku kulit yang berasal dari Jawa sebenarnya sudah cukup bagus, namun kulit yang berasal dari Sumatera dan Nusa Tenggara Timur masih kurang karena banyak luka-luka di sapinya," jelas dia. (ant)"

Dengan demikian halnya yang dirasakan oleh UKM di Tanggulangin. Namun ada PMA di Sidoarjo yang menyerap Puluhan ribu lembar kulit sapi jawa "JavaBox Leather" untuk disamak, kemudian diproses menjadi Upper Sepatu dan selanjutnya di eksport dengan tidak menyisakan hasil Penyamakan ke Industri di dalam Negeri.

Harusnya ada peraturan yang lebih lanjut untuk PMA dan PMDN tidak mengeksport Kulit Finish (bahan Setengah jadi) dan harus menjual sebagian Maks 50% ke Industri dan UKM di Indonesia.
Continue Reading...

Senin, 18 November 2013

Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Kemajuan UKM Tanggulangin

Pemanfaatan Teknologi Informasi seperti halnya Internet juga mulai digunakan di beberapa Pengajin Kulit di Tanggulangin dengan membuat website untuk menampilkan hasil produknya. Contoh website kepunyaan Pengrajin di Tanggulangin:
1. www.volcrock.com
2. www.kreasikulit.com
3. www.majumakmur.asia
4. www.grosir-tas.com
5. www.dompettanggulangin.com
6. www.mitrajayacollection.com
7. www.intako-tanggulangin.com
8. www.dompetbatik.com

Website-website tersebut bukti nyata pengrajin Tanggulangin telah memanfaatkan Teknologi Internet untuk memasarkan hasil produknya sekaligus sebagai toko online. Selanjutnya TCF perlu melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap para pengrajin lain agar lebih familiar dengan dunia internet.

Selanjutnya TCF disamping juga melakukan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan internet, juga menyediakan jasa membuat website dan sekaligus website sebagai marketing bersama.
Continue Reading...

Hasil-Hasil Produksi Industri Kulit Tanggulangin

Hasil Produksi Industri Kulit di Tanggulangin antara lain:
1. Berbagai macam tas kulit dan mitasi
2. Berbagai macam dompet kulit dan mitasi
3. Berbagai macam sabuk kulit
4. Koper Travel dan Troly
5. Koper tempat Alat musik
6. Berbagai macam Tas souvenir dan promosi
7. Berbagai macam sepatu kulit dan sandal

Macam-macam hasil produksi tersebut dikerjakan ribuan tenaga kerja di hampir 4 desa utama yaitu: Desa Kedensari, Desa Kludan, Desa Kalisampurno, Desa Ketegan di kecamatan Tanggulangin.







Continue Reading...

TCF sebagai Driver Lahirnya Brand Tanggulangin Mendunia

Tanggulangin Creative Forum selanjutnya di singkat TCF akan melakukan langkah-langkah strategis untuk lahirnya sebuah Produk Kulit Tanggulangin mempunyai Merek Sendiri yang Mendunia. Tidaklah terlalu tinggi cita-cita ini, karena kami tahu kualitas produk kulit kami. Namun sampai saat ini merek-merek di Tanggulangin belum merupakan kebanggan konsumen Indonesia.

Edukasi pasar lokal Indonesia juga sangat menentukan sebuah merek produk akan digemari dan menjadi koleksi konsumen Indonesia. Untuk mengarah kesana kami sangat tahu langkah-langkah yang perlu dilakukan supaya minimal ada satu merek Produk Kulit Tanggulangin mampu memembus pasar produk kulit dunia dan pameran di Amerika dan Eropa.

Langkah-langkah tersebut tentunya dimulai dengan penentuan bahan baku kulit yang berkualitas, kualitas pengajin yang terlatih, desain yang original dan selanjutnya strategis marketing yang handal dan terkonsep. Dengan langkah-langkah yang tersebut kami nyakin, tidaklah terlalu lama, ada Merek Tanggulangin yang Go International.
Continue Reading...

Kebutuhan Bahan Baku Industri Kulit Tanggulangin

Mulai bergeraknya Industri Kulit di Tanggulangin pasca luapan Lumpur Porong, telah menyisahkan beberapa hal yang belum bisa dipecahkan para pengrajin. Kebutuhan bahan baku produk Kulit Asli maupun Imitasi serta aksesoris yang sebagian besar impor, telah nyata sangat memukul akibat kenaikkan BBM bulan Juni 2013 dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika telah nyata membuat meroketnya semua bahan baku di Tanggulangin.

Sedangkan Industri penyamakan kulit di Jawa Timur sebagaian besar industri penyamakan kulit skala pabrik telah menjual hasil samak mereka ke luar negeri, sementara Sebagian Industri kecil di Tanggulangin di suplay dari penyamak kecil di magetan dengan kemampuan Teknologi penyamaklan yang sdh ketinggalan untuk memproduksi Kulit yang sedang digemari masyarakat dunia.

Saat ini industri kecil di Magetan sulit memenuhi kebutuhan kulit Suede, Nubuck, Nappa, Anilline Series dan Nubuck Series yang sedang Tren di Dunia saat ini.Teknolgi Penyamakan di Magetan sangat ketinggalan dibanding dengan Pabrik Penyamakan yang biasa untuk Eksport, namum tidak mungkin industri kecil Magetan mengupgrade mesinnya sendiri tanpa di bantu Pemda maupun Pemprop Jawa Timur.

Kebutuhan yang lain untuk aksesories sebagian besar didapatkan dari import, walaupun ukm aksesoris di Bandung sudah mulai mampu, namun kapasitas produksi mereka masih terbatas dan tentunya harga mereka belum bisa kompetitif dibandingkan dengan produk China.

Beberapa Kebutuhan sdh bisa disuppot dari industri dalam negeri misal kain, benang, lem, kertas, tapi dengan support pemerintah harusnya industri hulu lokal juga dipermudah sehingga industri kreatif  Tas Kulit Tanggulangin terus tumbuh dan berkibar di penjuru dunia.
Continue Reading...

Anak Muda Tanggulangin Yang Kreatif

Kawasan Industri Kecil Tanggulangin, telah memasuki babak baru dalam kelanjutan usaha di Tanggulangin. Sejarah panjang Industri Kecil di Tanggulangin dimulai pada awal tahun 1960-an dengan beberapa pengrajin tas kulit yang dijahit tangan, selanjutnya babak kedua pada awal 1973-an terbentuknya organisasi dagang pertama berbentuk perusahaan Comanditer. Setelah mengalami kemerosotan maka pada tahun 1978 gagasan pembentukan Koperasi mulai diprakarsai oleh 6 orang yang sangat brilian saat itu.

Koperasi Industri Tas dan Koper berdiri dan berlanjutnya dengan mulai berkembangnya Industri Tas dan koper di Desa Kedensari dan juga menular ke beberapa desa di kecamatan Tanggulangin, seperti Desa Kludan, Desa Ketegan, Desa Kalisampurno, sehingga saat ini telah tergantung ribuan orang dari Industri Tas di Tanggulangin.

Hingga saat ini telah terlibat generasi kedua dari pendiri dan pengrajin produk kulit di Tanggulangin. Ada beberapa kendala baik teknologi maupun kemampuan para generasi pertama dengan generasi kedua ini. Kemampuan ketrampilan yang cenderung menurun serta kurangnya teknologi mesin, desain dan aksesoris yang mendukung.

Hal ini akibat dari industri hulu lokal tidak berkembang, sehingga sebagian besar bahan baku kulit imitasi, aksesoris harus diimport dari luar negeri. Sedangkan industri penyamakan kulit skala UKM di Magetan tidaklah cukup mampu memenuhi kualitas bahan kulit yang dibutuhkan konsumen. Akibatnya hasil produk kulit kurang memenuhi kualitas yang diharapkan konsumen saat ini.

Adanya Industri Kulit dan Sepatu Asing di Sidoarjo (PMA) telah menyedot stok kulit sapi jawa (Javabox Leather) yang sangat terkenal kualitasnya, dan tidak menyisahkan sedikitpun hasil penyamakan mereka untuk Industri kecil di Tanggulangin. Mereka memproses kulit sendiri, dibuat sepatu yang 100% di eksport. Hingga saat ini belum ada peraturan yang membolehkan hasil samak kulit sapi lokal yang 100% diekspor baik kulit jadi maupun dalam bentuk produk.

Harapan kami Produk Kulit di Tanggulangin akan Berkualitas juga tergantung atas kulit yang baik dan bermutu baik, sehingga industri penyamakan kecil di Magetan juga diberdayakan oleh pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Timur. Keberadaan Industri Kulit di Tanggulangin telah nyata mengangkat kemiskinan di Tanggulangin dan menambah PAD buat kabupaten Sidoarjo, sekaligus meminta perhatian Pemda Sidoarjo lebih serius membedayakan Enterpreneur di Tanggulangin dengan Program Pelatihan Ketrampilan dan Fasilitas Teknologi bagi Pengrajin Kulit di Tanggulangin.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author