Senin, 18 November 2013

Kebutuhan Bahan Baku Industri Kulit Tanggulangin

Share it Please
Mulai bergeraknya Industri Kulit di Tanggulangin pasca luapan Lumpur Porong, telah menyisahkan beberapa hal yang belum bisa dipecahkan para pengrajin. Kebutuhan bahan baku produk Kulit Asli maupun Imitasi serta aksesoris yang sebagian besar impor, telah nyata sangat memukul akibat kenaikkan BBM bulan Juni 2013 dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika telah nyata membuat meroketnya semua bahan baku di Tanggulangin.

Sedangkan Industri penyamakan kulit di Jawa Timur sebagaian besar industri penyamakan kulit skala pabrik telah menjual hasil samak mereka ke luar negeri, sementara Sebagian Industri kecil di Tanggulangin di suplay dari penyamak kecil di magetan dengan kemampuan Teknologi penyamaklan yang sdh ketinggalan untuk memproduksi Kulit yang sedang digemari masyarakat dunia.

Saat ini industri kecil di Magetan sulit memenuhi kebutuhan kulit Suede, Nubuck, Nappa, Anilline Series dan Nubuck Series yang sedang Tren di Dunia saat ini.Teknolgi Penyamakan di Magetan sangat ketinggalan dibanding dengan Pabrik Penyamakan yang biasa untuk Eksport, namum tidak mungkin industri kecil Magetan mengupgrade mesinnya sendiri tanpa di bantu Pemda maupun Pemprop Jawa Timur.

Kebutuhan yang lain untuk aksesories sebagian besar didapatkan dari import, walaupun ukm aksesoris di Bandung sudah mulai mampu, namun kapasitas produksi mereka masih terbatas dan tentunya harga mereka belum bisa kompetitif dibandingkan dengan produk China.

Beberapa Kebutuhan sdh bisa disuppot dari industri dalam negeri misal kain, benang, lem, kertas, tapi dengan support pemerintah harusnya industri hulu lokal juga dipermudah sehingga industri kreatif  Tas Kulit Tanggulangin terus tumbuh dan berkibar di penjuru dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author