Kawasan Industri Kecil Tanggulangin, telah memasuki babak baru dalam kelanjutan usaha di Tanggulangin. Sejarah panjang Industri Kecil di Tanggulangin dimulai pada awal tahun 1960-an dengan beberapa pengrajin tas kulit yang dijahit tangan, selanjutnya babak kedua pada awal 1973-an terbentuknya organisasi dagang pertama berbentuk perusahaan Comanditer. Setelah mengalami kemerosotan maka pada tahun 1978 gagasan pembentukan Koperasi mulai diprakarsai oleh 6 orang yang sangat brilian saat itu.
Koperasi Industri Tas dan Koper berdiri dan berlanjutnya dengan mulai berkembangnya Industri Tas dan koper di Desa Kedensari dan juga menular ke beberapa desa di kecamatan Tanggulangin, seperti Desa Kludan, Desa Ketegan, Desa Kalisampurno, sehingga saat ini telah tergantung ribuan orang dari Industri Tas di Tanggulangin.
Hingga saat ini telah terlibat generasi kedua dari pendiri dan pengrajin produk kulit di Tanggulangin. Ada beberapa kendala baik teknologi maupun kemampuan para generasi pertama dengan generasi kedua ini. Kemampuan ketrampilan yang cenderung menurun serta kurangnya teknologi mesin, desain dan aksesoris yang mendukung.
Hal ini akibat dari industri hulu lokal tidak berkembang, sehingga sebagian besar bahan baku kulit imitasi, aksesoris harus diimport dari luar negeri. Sedangkan industri penyamakan kulit skala UKM di Magetan tidaklah cukup mampu memenuhi kualitas bahan kulit yang dibutuhkan konsumen. Akibatnya hasil produk kulit kurang memenuhi kualitas yang diharapkan konsumen saat ini.
Adanya Industri Kulit dan Sepatu Asing di Sidoarjo (PMA) telah menyedot stok kulit sapi jawa (Javabox Leather) yang sangat terkenal kualitasnya, dan tidak menyisahkan sedikitpun hasil penyamakan mereka untuk Industri kecil di Tanggulangin. Mereka memproses kulit sendiri, dibuat sepatu yang 100% di eksport. Hingga saat ini belum ada peraturan yang membolehkan hasil samak kulit sapi lokal yang 100% diekspor baik kulit jadi maupun dalam bentuk produk.
Harapan kami Produk Kulit di Tanggulangin akan Berkualitas juga tergantung atas kulit yang baik dan bermutu baik, sehingga industri penyamakan kecil di Magetan juga diberdayakan oleh pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Timur. Keberadaan Industri Kulit di Tanggulangin telah nyata mengangkat kemiskinan di Tanggulangin dan menambah PAD buat kabupaten Sidoarjo, sekaligus meminta perhatian Pemda Sidoarjo lebih serius membedayakan Enterpreneur di Tanggulangin dengan Program Pelatihan Ketrampilan dan Fasilitas Teknologi bagi Pengrajin Kulit di Tanggulangin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar